Dalam menjalankan bisnis, banyak pemilik usaha yang fokus pada biaya bahan baku dan tenaga kerja karena terlihat langsung memengaruhi proses produksi. Namun, ada satu komponen biaya lain yang sering kali kurang diperhatikan, padahal dampaknya sangat besar terhadap kesehatan keuangan perusahaan, yaitu biaya overhead.
Tanpa pemahaman yang tepat, biaya ini bisa membengkak tanpa disadari dan menggerus margin keuntungan secara perlahan. Oleh karena itu, memahami konsep overhead cost sejak awal menjadi langkah penting agar Anda dapat mengelola keuangan bisnis dengan lebih terkontrol, transparan, dan efisien.
Pengertian Biaya Overhead
Biaya overhead adalah seluruh biaya operasional yang tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan proses produksi barang atau jasa tertentu, tetapi tetap diperlukan agar kegiatan bisnis dapat berjalan. Biaya ini bersifat tidak langsung, artinya tidak melekat pada satu produk atau layanan spesifik.
Dalam akuntansi, overhead cost biasanya muncul secara rutin dan jumlahnya relatif stabil, meskipun tetap dapat berfluktuasi tergantung skala operasional. Contoh sederhananya adalah biaya listrik kantor, sewa gedung, gaji staf administrasi, hingga biaya internet dan perawatan fasilitas.
Jenis-Jenis Biaya Overhead
Agar lebih mudah dikelola, overhead cost dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan sifat dan fungsinya. Berikut ini penjelasannya:
1. Biaya Overhead Tetap
Biaya ini adalah biaya yang jumlahnya relatif konstan meskipun volume produksi berubah. Contohnya adalah sewa kantor, gaji manajemen, dan biaya asuransi. Biaya ini tetap harus dibayar meskipun aktivitas produksi sedang menurun.
2. Biaya Overhead Variabel
Jenis ini berubah seiring dengan tingkat aktivitas operasional. Contohnya meliputi biaya listrik, air, dan bahan habis pakai kantor. Semakin tinggi aktivitas bisnis, biasanya semakin besar biaya overhead variabel yang dikeluarkan.
3. Biaya Overhead Semi Variabel
Jenis biaya ini memiliki unsur tetap dan variabel sekaligus. Misalnya, biaya telepon atau internet yang memiliki biaya dasar tetap, tetapi akan meningkat jika penggunaan melebihi batas tertentu.
Cara Menghitung Biaya Overhead
Menghitung overhead cost dengan tepat sangat penting untuk menentukan harga pokok produksi dan menetapkan harga jual yang realistis. Secara umum, langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut:
- Catat semua biaya operasional yang tidak berhubungan langsung dengan produksi, seperti sewa, utilitas, dan biaya administrasi.
- Kelompokkan biaya berdasarkan jenisnya. Pisahkan antara biaya overhead tetap, variabel, dan semi variabel agar analisis lebih akurat.
- Jumlahkan seluruh biaya overhead. Total inilah yang akan menjadi dasar perhitungan alokasi biaya ke produk atau jasa.
- Tentukan dasar alokasi, bisa berupa jam kerja, jumlah unit produksi, atau jam mesin, tergantung karakteristik bisnis Anda.
Sebagai contoh, jika total overhead cost bulanan adalah Rp20.000.000 dan perusahaan memproduksi 1.000 unit produk, maka overhead cost per unit adalah Rp20.000. Dengan perhitungan ini, Anda dapat menentukan harga jual yang mencerminkan biaya sebenarnya.
Pentingnya Mengelola Biaya Overhead
Pengelolaan overhead cost yang baik membantu Anda meningkatkan efisiensi operasional, menjaga arus kas tetap sehat, dan meningkatkan profitabilitas. Dalam laporan keuangan, overhead cost yang tercatat dengan rapi juga memudahkan evaluasi kinerja bisnis serta pengambilan keputusan strategis.
Kesimpulan
Overhead cost merupakan komponen penting dalam struktur biaya bisnis yang tidak boleh diabaikan. Jika Anda ingin memastikan pengelolaan biaya dan pencatatan akuntansi bisnis berjalan optimal, segera lakukan konsultasi dengan tim profesional duduksantai.id. Hubungi customer service sekarang untuk mendapatkan solusi bisnis dan akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
