Dalam dunia bisnis manufaktur, banyak pelaku usaha belum memahami metode penentuan biaya yang sesuai dengan karakter bisnisnya. Padahal, pemilihan metode yang tepat akan memengaruhi akurasi harga pokok produksi, laporan keuangan, hingga pengambilan keputusan manajemen. 

Salah satu metode yang umum digunakan untuk produksi skala besar dan berkelanjutan adalah process costing. Memahami process costing tidak hanya penting bagi bagian akuntansi, tetapi juga bagi pemilik bisnis yang ingin memastikan efisiensi dan profitabilitas usahanya tetap terjaga.

Pengertian Process Costing

Process costing adalah metode penentuan biaya produksi yang digunakan pada perusahaan yang menghasilkan produk secara massal, homogen, dan melalui proses produksi yang berkesinambungan. Dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan berdasarkan setiap tahap atau proses produksi, bukan berdasarkan pesanan tertentu. Biaya tersebut kemudian dirata-ratakan untuk menentukan biaya per unit produk.

Baca juga:  Pentingnya Diversifikasi Produk untuk Pertumbuhan Bisnis

Jenis metode ini banyak diterapkan pada industri seperti makanan dan minuman, semen, tekstil, kimia, dan manufaktur lainnya yang menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan spesifikasi yang relatif sama.

Jenis-Jenis Process Costing

Dalam praktik akuntansi biaya, process ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada karakteristik proses produksi perusahaan.

  1. Weighted average, yaitu metode yang menggabungkan biaya periode sebelumnya dengan biaya periode berjalan, lalu dirata-ratakan untuk menghitung biaya per unit. Metode ini lebih sederhana dan sering digunakan karena mudah diterapkan.
  2. FIFO, yaitu metode yang memisahkan biaya periode sebelumnya dan biaya periode berjalan. Produk yang sudah dalam proses pada awal periode dihitung secara terpisah. Metode ini memberikan informasi biaya yang lebih akurat, namun proses perhitungannya relatif lebih kompleks.
Baca juga:  Diskon: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Tahapan dalam Process Costing

Agar penerapan berjalan dengan benar, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan secara sistematis.

  1. Pertama, identifikasi setiap tahap atau departemen produksi yang terlibat. Setiap proses akan menjadi pusat pengumpulan biaya.
  2. Lalu seluruh biaya yang terjadi pada masing-masing proses dikumpulkan, baik biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, maupun biaya overhead pabrik.
  3. Karena proses produksi bisa saja belum selesai, maka perlu dilakukan perhitungan unit ekuivalen untuk menentukan tingkat penyelesaian produk dalam proses.
  4. Langkah selanjutnya yaitu menghitung biaya per unit dengan cara membagi total biaya proses dengan total unit ekuivalen.
  5. Tahap terakhir yaitu mengalokasikan biaya ke produk jadi dan produk dalam proses untuk kepentingan pencatatan dan pelaporan keuangan.
Baca juga:  Menghitung Burn Rate dan Cara untuk Menurunkannya

Contoh Penerapan Process Costing

Sebagai contoh, sebuah pabrik minuman memproduksi 10.000 botol minuman dalam satu periode. Seluruh botol tersebut melewati proses yang sama, mulai dari pencampuran bahan, pengemasan, hingga pelabelan. Total biaya produksi yang dikeluarkan adalah Rp100.000.000. Dengan metode process costing, biaya per botol adalah Rp10.000. Informasi ini kemudian digunakan untuk menentukan harga jual dan menganalisis margin keuntungan.

Manfaat Process Costing bagi Bisnis

Process costing membantu perusahaan dalam mengontrol biaya produksi, menentukan harga pokok secara lebih akurat, serta memudahkan penyusunan laporan keuangan. Dari sisi manajemen, metode ini juga mendukung evaluasi efisiensi setiap proses produksi.

Kesimpulan 

Memahami dan menerapkan process costing dengan tepat penting bagi perusahaan yang menjalankan produksi massal. Jika Anda ingin memastikan penerapan process costing berjalan sesuai standar akuntansi atau membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan biaya produksi dan laporan keuangan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan duduksantai.id. Hubungi customer service kami untuk mendapatkan solusi profesional sesuai kebutuhan bisnis Anda.